Sunday, February 19, 2012

Minggu Pagi di Pekanbaru

Palang Penurup Jalan

Seperti di Jakarta, di Pekanbaru juga memiliki aktivitas Car Free Day untuk warganya.. Namun sedikit berbeda dengan di Jakarta, CFD di Pekanbaru dilaksanakan setiap hari Minggu di sepanjang Jl. Diponegoro, dari pukul 07.00 hingga pukul 09.00.

Lampu Lalu-Lintas yang Tetap Menyala

Beragam aktivitas dilakukan warga dari berbagai usia di CFD, mulai dari bermain bola, berkumpul dengan komunitas, mengadakan event, hingga hanya sekedar nongkrong2 dipinggir jalan..

Beragam Aktivitas Warga di Car Free Day
Kendaraan Parkir di Gang Menuju Jl. Diponegoro

Android Apps Untuk Traveler

Buat yang sering melakukan perjalanan /travelling dan kebetulan juga merupakan pengguna Android, applikasi berikut ini mungkin bisa menjadi alternatif referensi anda dalam melakukan perjalanan.

1. Tiket Pesawat - aplikasi lokal ini menggabungkan pencarian harga tiket dan jadwal dari beberapa maskapai penerbangan, app ini sangat handal, terutama bagi anda yang suka cek & ricek harga penerbangan dan jadwal penerbangan pada suatu tanggal, sangat efektif untuk mendapatkan informasi tentang harga tiket, jadwal, dan pilihan maskapai untuk penerbangan. sayangnya aplikasi ini hanya berlaku untuk maskapai penerbangan lokal saja, selain itu inquiry baru bisa dilakukan secara oneway, sehingga kita harus meng-inquiry ulang untuk rute selanjutnya.

2. Agoda - agoda.com merupakan layanan online hotel booking terbesar yang juga tersedia versi Android appnya. Sebagaimanan versii online, Agoda mobile juga menyediakan informasi tentang hotel di tempat yang akan anda kunjungi, selain itu informasi tentang kamar yang tersedia juga bisa anda dapatkan disini, kelebihan lain yang dimiliki Agoda apps ini adalah integrasi dengan GPS sehingga kitabisa mendapatkan informasi tentang hotel-hotel di sekitar lokasi kita berada.

Nikmatnya Nasi Goreng Kampung

Nasi goreng merupakan salah satu kuliner favorit sebagian besar masyarakat Indonesia.. karena favorit itulah maka kuliner satu ini sangat mudah untuk dijumpai di belahan mana pun di Indonesia.

Nasi Goreng Kampung Pondok Kopan Pekanbaru merupakan salah satu nasi goreng favorit saya di Pekanbaru.. berbeda dengan nasi goreng biasanya, nasi goreng kampung Pondok Kopan, yang terletak di jl. Kopan, Pekanbaru ini tidak berwarna cokelat atau pun merah, melainkan berwarna putih kehijauan, nasi goreng ini dimasak bersama teri medan, sehingga menghasilkan cita rasa yang cukup unik dan yang pasti enak, harganya pun cukup terjangkau, hanya Rp 8.000,- seporsinya..

sayangnya pemilik warung kurang fokus dalam berusaha (nampaknya karena lebih berfokus dengan penitipan motor miliknya yang selalu saja dipenuhi anak sekolah), sehingga seringkali ketika ingin makan disana warung selalu saja sudah tutup, apabila ingin menikmati nasi goreng kampung bisa dilakukan pada siang hari pada hari sekolah, namun siap2 merasa ga nyaman dengan kehadiran banyaknya anak sekolah diwarung tersebut..

Saturday, February 18, 2012

Jalan-Jalan ke Sumbar

Beberapa waktu lalu seorang teman mengajak saya untuk datang ke rumahnya di Payakumbuh untuk mencicipi buah duren Payakumbuh yang katanya sangat enak. Sebenarnya saya bukan seorang pemakan duren kelas berat, tapi karena dijanjikan diajak jalan-jalan mmelihat kota Bukittinggi sekaligus mengunjungi Danau Maninjau saya langsung mengiyakan ajakan tersebut..
Sawah Dengan Latar Perbukitan
Tiba di Payakumbuh hari sudah siang, kami langsung makan siang di rumah makan yang pemandangan belakangnya langsung menghadap persawahan, konon katanya Dendeng Batokok di rumah makan tersebut sangat enak.. dan itu benar.. :) sungguh berbeda dengan bayangan saya terhadap sebuah daging dendeng yang tipis dan crispy, Dendeng Batokok yang disajikan adalah daging bakar yang empuk (agak mirip gepuk) disajikan dengan sambal hijau yang nikmat.. Setelah menikmati makan siang, kami kembali ke rumah dan mencicipi durian yang telah dijanjikan.. Durian Payakumbuh enak, mirip dengan durian montong di Thailand, namun for healthy reason saya tidak makan banyak cuma sekedar icip-icip saja.. Di Sumbar durian biasanya disajikan dengan lemang, sejenis makanan olahan ketan..
Setelah beristirahat sebentar kami lalu melanjutkan perjalanan menuju Danau Maninjau. Dari Payakumbuh ke Maninjau kami tempuh sekitar 2,5 jam dengan berkendara santai dan mampir sebentar di Bukittinggi.. Tiba di Maninjau cuaca hujan, dan langit sudah mulai senja namun masih cukup terang untuk melihat pemandangan di sekeliling yang didominasi persawahan.
Danau Maninjau
Mendekati Maninjau sesekali kami berpapasan dengan truk yang mengangkut ikan dari danau.. Teman saya menceritakan bahwa banyak penduduk Maninjau yang berprofesi sebagai nelayan.. Nelayan diketinggian 400 meter diatas permukaan laut :D ikan yang ternakkan mayoritas adalah ikan Nila, namun di daerah danau sendiri terdapat spesias ikan lain yang menurut teman saya cuma ada di Maninjau, yaitu ikan Rinuak, ikan kecil yang apabila dilihat sekilas agak mirip ikan teri Medan.
Sebelum tiba di Danau Maninjau kami melewati jalan menurun dan berkelok2 yang dikenal dengan kelok 44, yang ditandai dengan nomor pada setiap kelokan ekstrim (180 derajat).. jalan di kelok merupakan jalan kecil dua arah yang masing-masing hanya muat satu mobil, makanya setiap mau melalui kelokan teman saya selalu menekan klakson dan sesekali mengalah agar tidak berpapasan saat membelok..
Pemandangan danau yang spektakkuler sudah terlihat saat kami melintasi kelok 44..
Papan Angka di Kelok 44
Di Maninjau kami menginap di rumah mertua teman yang merupakan nelayan pemilik keramba, dan beliau menjanjikan untuk mengajak kami ke kerambanya esok hari.. malam itu saya tidak sabar untuk cepat2 pagi.. :)
Paginya kami pergi ke keramba di danau.. di kiri dan kanan jalan menuju danau saya meliha persawahan, pembibitan ikan nila dan sebagian rumah tua yang bercampur dengan rumah-rumah yang telah direnovasi..
Keramba Dari Tepi Danau
Tiba di danau kami langsung menyeberang menuju keramba yang terdiri petakan-petakan berukuran 5x5 meter satu petak berisi 1 - 1,5 ton ikan nila yang masa panennya dalam 3 bulan.. namun pada bulan2 Desember hingga januari biasanya nelayan tidak menternak ikan, karena pada bulan tersebut biasanya cuaca kurang baik yang mengakibatkan belerang dari dasar danau keluar yang dapat menyebabkan kematian ikan2..
Keramba
Cukup menarik bisa mengamati kehidupan orang2 yang sangat bergantung pada alam..
pulang dari keramba makan siang sudah disiapkan, menunya Palai Rinuak (pepes ikan Rinuak khas Damau Maninjau)
Palai Rinuak
Karena berencana untuk pulang sebelum senja dan berjalan-jalan disekitar Bukittinggi maka kami memutuskan untuk SMP (sudah makan pulang).. perjalanan ke Bukkittinggi kami tempuh kembali melalui kelok 44, selanjutnya melalui jalan tikus melewati Ngarai Sianok, entah kenapa pemandangan Ngarai tidak sespektakuler yang saya bayangkan, atau mungkin karena saya melihatnya dari bawah, bukan dari Panorama seperti yang banyak dibicarakan orang..
Ngarai Sianok
Dekat dengan jam Gadang Bukittinggi terdapat pasar yang menjual tekstil dan oleh-oleh yang oleh penduduk sekitar dinamakan pasar atas.. dibelakang pasar atas terdapat "foodcourt" nasi kapau Los Lambuang, jangan salah duga, Los lambuang ini bukanlah nama latin, kata Lambuang sendiri arti bahasa Indonesianya adalah lambung (perut) sedangkan Los (lolos)..
Jam Gadang Bukittinggi
Sehabis dari Bukittinggi kami mampir sebentar di Harau.. Harau juga merupakan lembah yang menurut saya lebih spektakuler dibandingkan dengan Ngarai Sianok.. sekedar mampir sebetar melihat air terjun kecil yang jatuh dari atas tebing ke sebuah kolam kecil.. Kata teman saya dulu air terjun ada di banyak titik, dan airnya cukup deras, namun sekarang rata2 sudah kering.. sayang :(
Tebing Raksasa di Harau
Tidak terasa liburan singkat saya sudah berakhir, seandainya ada waktu saya berniat untuk mengunjung bagian Sumbar lainnya yang katanya tidak kalah spektakuler..

Saturday, January 28, 2012

3 Atau 4

Sudut pandang..

Becandaan

Lately I was thinking kalo becandaan itu emang tergantung sama siapa yang ngucapinnya..
Misalnya dua orang yang mengucapkan dua joke yang sama, efeknya akan berbeda..
Contohnya seorang teman yang biasa serius ketika becanda ke gw lebih berasa "nyelekit" ketimbang, seorang teman yang memang terbiasa becanda sama kita.. Walaupun topic becandaannya sama.. :)
Ada yg pernah punya pengalaman yang sama ga?
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...